Skip to content

STOP BULLYING DI SEKOLAH

Mei 24, 2009

162034p

Pada seminar pendidikan yang diadakan oleh BEM FKIP-UNTAN di aula Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura tanggal 18 Mei 2009 yang lalu, dibahas mengenai kekerasan dalam pendidikan yang disampaikan oleh Turmudi, M.Ed., M.Sc., Ph.D. dengan materi “Mengenali Kekerasan dalam Pendidikan dan Upaya Meniadakan atau Memperkecil Resiko Tindak Kekerasan” dikatakan bahwa pendidikan dapat berjalan dengan lancar, apabila siswa dan guru tidak mengalami tekanan yang serius yang dapat menghambat terjadinya proses belajar pada siswa dan tugas mengajar pada guru.

Banyak factor yang mempengaruhi keberhasilan belajar yang dikelompokkan kedalam factor internal dan eksternal. Salah satu factor eksternal yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar siswa adalah  “Bullying”. Bullying adalah suatu tindakan menggunakan tenaga dan kekuatan untuk melukai orang lain atau kelompok orang baik secara verbal, fisik, ataupun secara psikologis dan menyebabkan korbanya merasa tertekan, trauma dan tak berdaya. Pelaku kekerasan bertindak seperti ini denagn tujuan agar dia menjadi popular atau menarik perhatian orang. Dia melakukan ini bias juga disebabkan karena suatu kecemburuan atau karena ia pernah di perlakukan sebagai target dalam suatu bullying (crothers & levinson, 2004).

Di sekolah bullying biasanya terjadi disemua bagian wilayah sekolah. Misalkan, disembarang tempat dibagian bangunan sekolah atau disekitar sekolah bahkan sering terjadi di tempat olah raga, tempat istirahat, lorong, kamar mandi (WC), dalam bus sekolah atau di angkot, di tempat menunggu bus atau menunggu jemputan, di kelas yang memerlukan kerja kelompok setelah aktivitas sekolah berlangsung atau bahkan di kantin. Perlakuan kekerasan ini diantaranya yaitu mencela, mengejek, dan menggoda target mereka sebelum sampai kepada kekerasan fisik si korban. Target kekerasan di sekolah sering merupakan siswa yang dipandang pada awalnya sebagai hal yang aneh atau berbeda dengan teman temanya.

Akibat dari kekerasan dapat menjadi serius dan bahkan menyebabkan fatal(kamatian). O’moore (2003) mengatakan “ terdapat suatu penelitian yang mengindidkasikan bahwa individu baik itu anak ataupun orang dewasa yang secara terus menerus menjadi korban kekerasan akan beresiko stress, sakit, dan kadang kadang sampai bunuh diri. Adapun tips yang dapat berguna dalam mencegah bullying di sekolah antara lain yaitu:

  1. Bangunlah sebuah hubungan positif antara staf guru dan siswa dan buat interaksi guru-siswa yang positif.
  2. konseling yang efektif untuk siswa yang melakukan bully dapat berakibat mengurangi kecaman.
  3. dorongan yang efektif bagi korban (target) termasuk perlindungan terhadap korban terhadap Bully yang berulang-ulang.
  4. memberdayakan saksi mata untuk meceritakan kepada orang dewasa, untuk mendukung korban dan menghindari perilaku yang tidak bias diterima.

Tindak kekerasan tak pernah diinginkan oleh siapapun, apalagi di lembaga pendidikan yang sepatutnya menyelesaikan masalah kekerasan ini secara edukatif. Banyak program yang telah ditempuh untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan dalam pendidikan di sekolah misalkan dengan mengundang pembicara, mengadakan seminar dan lokakarya, serta dialog antara guru, murid dan masyarakat. Namun semua itu tidak berarti apa apa jika tidak adanya kerjasama dan komitmen baik dari sekolah, masyarakat, maupun pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan bebas dari kekerasaan (bullying).

By: Nurlyanto

7 Komentar leave one →
  1. Juni 12, 2009 3:28 am

    thanks infonya…

  2. lia maniez permalink
    Juni 1, 2009 2:06 pm

    oya………..cm mw ngingatin aza kalau hmj mw ngdain kegiatan wisata pendidikan lho…………!
    ikutan yach…………..!

  3. iiz imoet permalink
    Mei 28, 2009 11:59 am

    hello……. slm kenlnh my name is iiz. o yach q mw commonh…. sbnrny hmj it keren ch,cma hnya kurang dknl aja lho…… soooo kinerja hmj hr dtngktkn dunx…. byr lbh ngetren n tertknal. keeeeyyyy byyyyeee……

  4. tia pgsd permalink
    Mei 26, 2009 11:00 am

    sip……. semangat………

  5. beni/Iben 2C permalink
    Mei 26, 2009 9:07 am

    I think… bullying at class isn’t good. Because why?????

    Because that thing can make us be a fear people so we can not reach our dreams to be a good students. and I think that thing very-very a bad act. so… I hope to all of us in PGSD community must be prevent..

    He………..he…… biaseee jak……

  6. Roni permalink
    Mei 25, 2009 5:03 am

    STOP BULLYING IN THE SCHOOL
    Menurut pendapat saya, memang seharusnya tindak kekerasan dalam lingkungan sekolah itu tidak perlu sampai dilakukan dan dapt diminimalisir apabila seorang guru mampu mengenali keunikan yang ada pada setiap individu si pebelajar.
    Kekerasan yang dilakukan itu tidak akan dapat membuat suatu efek jera terhadap anak, melainkan akan menimbulkan perasaan tertekan bagi si pebelajar, yang akan berakibat fatal terhadap motivasi belajar anak.
    Menurut pembelajaran Konstruktivisme bahwa pembelajaran sekarang bukan hanya melihat hasil dari apa yang di dapat oleh si anak, tetapi bagaimana proses yang dilalui anak dalam memahami pembelajaran tersebut.
    Di dalam proses pembelajaran tersebut akan banyak dijumpai hal-hal yang berbeda dalam setiap individu si pebelajar (keunikan-keunikan) sehingga membutuhkan seorang fasiitator yang handal dan profesional dalam mengembangkan keunikan-keunikan tersebut tanpa ada masuknya BULLYING IN THE CLASS……………
    THANKS……………

  7. NURLYANTO permalink
    Mei 24, 2009 12:25 pm

    mari bersama kita bangun HMJ-PGSD berkualitas….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: