Skip to content

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional sebagai Ajang Tradisi Kreativitas

Juli 30, 2009

PIMNAS XXIIPekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) dapat dijadikan sebagai ajang tradisi kreativitas. Sebuah kegiatan yang melahirkan kreativitas dikembangkan oleh para mahasiswa. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo berharap, hasil kreativitas ini mampu menyumbangkan suatu kebaruan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) maupun seni yang betul – betul nyata.

“Otomatis sisi lain dari nilai kebaruan adalah nilai orisinalitas, yang tidak orisinil itu hanya replikasi saja. Nilai kebaruannya sangat rendah. Antara kreativitas dan orisinalitas adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Kita junjung tinggi betul orisinalitas, di satu sisi kita juga hargai setinggi – tingginya kreativitas,” kata Mendiknas pada pembukaan PIMNAS XXII 2009 di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Rabu (22/07/2009) .

Tema kegiatan ini adalah Mengukir Prestasi untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa Guna Membangun Negeri. Sebanyak 1.565 mahasiswa peserta yang berasal dari 119 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta akan mengikuti berbagai kompetisi ilmiah. Kategori lomba meliputi program kreativitas mahasiswa (PKM) penelitian, PKM teknologi, PKM pengabdian masyarakat, PKM kewirausahaan, dan PKM gagasan tertulis.

Mendiknas mengatakan, keinginan bangsa ini untuk mengembangkan ekonomi yang berbasis kepada kreativitas atau ekonomi kreatif harus didukung secara masal oleh manusia – manusia yang kreatif. Sektor pendidikan, kata Mendiknas, mempunyai tugas untuk menyiapkan manusia kreatif itu. “Untuk melahirkan dunia pendidikan khususnya yang mendukung pendidikan kreatif maka dibutuhkan kebijakan makro dan kebijakan mikro di masing-masing lembaga pendidikan,” katanya.

Mendiknas menjelaskan, kebijakan pada tingkat makro yakni adalah memberikan otonomi yang optimal kepada setiap satuan pendidikan. Menurut Mendiknas, kebijakan itu yang melatarbelakangi lahirnya Undang – Undang Badan Hukum Pendidikan.” Tujuannya adalah untuk memperlakukan satuan pendidikan terutama pendidikan tinggi semuanya otonom. Dengan diotonomkan maka setiap pendidikan tinggi diberikan kewenangan penuh untuk melakukan penjaminan mutu pendidikan, sehingga mereka memiliki ruang gerak yang leluasa untuk menjadi world class,” katanya.

Kemudian, kata Mendiknas, kebijakan pada tingkat mikro di masing – masing perguruan tinggi harus ada orientasi untuk kreativitas, inovasi, enterpreneurship, dan kemandirian. Menurut Mendiknas, ada beberapa sumber kreativitas yang bisa dieksploitasi oleh masing – masing perguruan tinggi. Pertama, kata Mendiknas, adalah kurikulum yang berbasis kompetensi dan bukan berbasis isi. “Kurikulum itu harus menjamin ketika seorang mahasiswa lulus dari satuan pendidikan dia mencapai kompetensi minimal seperti apa?” katanya.

Kedua, lanjut Mendiknas, adalah pendidikan bahasa, matematika, dan sain. Untuk menjadi kreatif, kata Mendiknas, maka harus memiliki basis logika yang kuat. Logika itu dibentuk melalui kompetensi bahasa. Semakin kuat bahasa seseorang semakin kuat pula logikanya. Selanjutnya, semakin kuat basis sain maka semakin kuat pula logika seseorang. “Logika dalam wujud formal yang disederhanakan dalam bentuk rumus – rumus adalah matematika.Tiga hal ini menjadi sangat penting,” tegas Mendiknas.

Mendiknas mengatakan, peluang untuk kreatif lainnya yang sangat besar adalah melalui teknologi dan kreativitas yang berbasis pada otak kanan seperti seni. “Kompetensi seni itu memberikan peluang untuk kreatif dan inovatif yang sangat besar dan hampir tidak terbatas, sehingga penting pendidikan seni atau pendidikan estetik. Satu hal lagi adalah pendidikan hati,” katanya.

Rektor Universitas Brawijaya Yogi Sugito mengatakan, kegiatan PIMNAS dirangkai dengan berbagai macam kegiatan diantaranya adalah debat bahasa Inggris, kompetensi karya tulis Alquran, gelar iptek, lomba poster, pameran, dan bazar. Dia berharap, melalui PIMNAS, selain akan bermunculan generasi penerus bangsa sebagai pelopor dan penggerak pembangunan, juga hasil – hasil iptek baru yang dikompetisikan dalam PIMNAS ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui terbentuknya unit – unit usaha baru. (depdiknas)

One Comment leave one →
  1. Hargiah,tiwie permalink
    Oktober 17, 2009 2:00 pm

    Sukses trus mhs. PGSD.!!
    agr kLak kT akn mNjd cHaYa yg akn mNerangi baNgsa ini. . .amien

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: